Istriku.
Hari ini saya terbangun,
ketika hari masih gelap.
Saya berfikir saya harus membuatkan engkau sarapan,
dan menyiapkan obat-obatmu.
Saya hampir selesai menyiapkannya ketika saya menyadari,
bahwa engkau telah tiada.
Engkau telah bahagia di alam baru-mu,
tempat yang jauh dari saya.
Sangat jauh, Bu.
Lalu saya tetap menyelesaikannya.
Tetap menyajikannya di tempat biasa.
Untukmu, Bu.
Seperti apa yang selalu saya lakukan untukmu,
dihari hari yang lalu.
Istriku,
Terkadang saya merasa,
bahwa engkau tetap tinggal bersama saya.
Tetap berbaring didekat saya,
bercerita tentang masa muda kita.
Ibu.
Adakah engkau menatap saya,
dari tempatmu?
Adakah engkau melihat saya kala airmata ini jatuh?
Tidak Bu.
Jangan melihatnya.
Saya malu.
Begitu lemahnya saya menjadi seorang lelaki.
Istriku,
jauh darimu,
menjalani hidup sendirian seperti ini,
membuat saya ingat bahwa saya semakin tua.
Itu tak apa, Bu.
Asal ada engkau disini.
Tetapi kenyataannya?
Engkau lihat sendiri, Bu.
Istriku,
Ibu..
Belahan jiwa saya.
Selama-lamanya.
Bagaimanakah kehidupan baru-mu?
Bagaimana, Bu?
Tak dapatkah engkau,
mengajak aku turut serta?
Tentang perasaan yang universal. Cinta. Sesuatu yang tidak dapat diukur dengan materi. Hal yg terkadang sulit di mengerti. Bahagia meski dengan cara yang sederhana, seperti indahnya menatap senja di Muara Angke, bukan di pantai Kuta yang terkenal indah. Tentang luka, tentang bahagia. Tentang keanehan cinta.
Showing posts with label Soulmate. Show all posts
Showing posts with label Soulmate. Show all posts
Sunday, June 19, 2011
Tuesday, June 14, 2011
Bagaimana rasanya?
Bagaimana rasanya bila anda kehilangan seseorang yang anda sayangi,
anda cintai,
untuk selama-lamanya?
Bagaimanakah itu rasanya?
seseorang yang selalu menemani hari-hari anda...
Seseorang yang selalu berdiri dan duduk di dekat anda,
yang anda usap punggungnya ketika ia hendak tidur,
yang berpuluh-puluh tahun menjadi belahan jiwa anda..
bagaimanakah rasanya itu?
Tidak ada rasanya.
Ya,
Karena itu tidak bisa di ungkapkan dengan kata,
atau dilukiskan seperti apapun juga.
Bahkan air mata yang kita punya pun belum tentu cukup untuk menangisi kepergiannya.
Jikalau bisa,
Aku tidak ingin merasakannya.
Sama sekali tidak ingin.
Tuhan ...
Bagaimana dengan hidupku selanjutnya Tuhan?
Aku benar-benar tak ada tujuan.
anda cintai,
untuk selama-lamanya?
Bagaimanakah itu rasanya?
seseorang yang selalu menemani hari-hari anda...
Seseorang yang selalu berdiri dan duduk di dekat anda,
yang anda usap punggungnya ketika ia hendak tidur,
yang berpuluh-puluh tahun menjadi belahan jiwa anda..
bagaimanakah rasanya itu?
Tidak ada rasanya.
Ya,
Karena itu tidak bisa di ungkapkan dengan kata,
atau dilukiskan seperti apapun juga.
Bahkan air mata yang kita punya pun belum tentu cukup untuk menangisi kepergiannya.
Jikalau bisa,
Aku tidak ingin merasakannya.
Sama sekali tidak ingin.
Tuhan ...
Bagaimana dengan hidupku selanjutnya Tuhan?
Aku benar-benar tak ada tujuan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
- backpacker (1)
- Bad feeling (1)
- Bali (1)
- catering (4)
- Cincin tunangan (1)
- First time (1)
- Florist (1)
- gedung pernikahan (2)
- Heart Running (1)
- Hujan di hati saya (1)
- island (1)
- jakarta (1)
- kaliem jewelry (1)
- list (1)
- Mahar (1)
- Pergi selamanya (1)
- pernikahan (2)
- persiapan (1)
- photo (2)
- photography (1)
- pose studio (1)
- Pre wedding (2)
- pre wedding photo (1)
- Puisi Luar (1)
- Selamat Tinggal Nenek. (1)
- separated (1)
- seserahan (4)
- Soulmate (2)
- travelling (1)
- trip (1)
- Tuan Kesetiaan (1)
- venue (3)
- Venue and Catering (5)
- wedding (9)
- wedding festival (1)
- wedding preparation (15)
- Wedding Rings (1)
- wedding singer (1)
- wedding venue (1)